Senin, 09 April 2012

MEMBACA DAN MENULIS YANG MENYENANGKAN BAGI ANAK


  (Resume: Membaca dan menulis seasyik bermain.Bunda Aini)


     
       Membaca dan menulis adalah suatu hal yang sangat penting untuk mengembangkan kualitas hidup Manusia. Membaca dan menulis adalah suatu paket yang tidak bisa di pisahkan olehkarena itu dalam menumbuhkan minat baca,tanpa meningkatkan minat baca kayaknya kurang Afdol.
     Membaca adalah kunci ilmu,membaca adalah jendela dunia,dengan membaca seseorang akan kaya dengan informasi. Dalam mendidik anak dalam dunia yang semakin mengglobal tidak cukup dengan pengetahuan masalalu. Dunia selalu dan terus berubah oleh karena itu perlu bekal ekstra untuk menghadapinya
    Kegiatan membaca adalah salah satu proses pemasukan kata kedalam diri. Semakin banyak buku yang kita baca maka semakin banyak kata yang kita masukin kedalam diri. Setelah membaca di sertai dengan menulis apa yang di baca maka akan melekat atau mengikat.
    Membaca dan menulis seharunya merupakan hal yang menyenangkan bagi anak dan menjadi aktivitas penting bagi anggota keluarga.
    Mau jadi apapun anak nanti,atau apapun kecerdasan yang di miliki anak,membaca dan menulis mempunyai peran yang sangat penting.
   Dengan membaca cakrawala dan daya pikir anak akan terbuka lebar ,inspirasi akan lebih mudah di dapatkan,,ide-ide baru lebih mudah di temukan, oleh karena itu sebagai orang tua jangan jauhkan aktivitas ini dari akivitas anak yang utama yakni Bermain.

    Berikut beberapa tips menanamkan membaca dan menulis kepeda anak seasyik bermain:
1.    Pahami dunia anak
Bermain jangan pernah di pisahkan dari dunia anak karena sudah menjadi kebutuhan mereka. Jika membaca dan menulis sudah sedemikin mengasikan seasik bermain,pasti orang tua tidak perlu menyuruh anak untuk belajar,anak-anak akan belajar di mana saja
2.    Perkenalkan anak pada buku sejak dini
Glenn Doman” mencetuskan ide revolusionernya lewat Buku ( how  to teach your baby to read) glenn menganjurkan para ibu mengajak para bay menjalankan kegiatan membaca.
  Apapun yang di perkenalkan pada anak,maka itulah yang akan akrab dengan nya. Apapun yang di berikan orangtua kepada mereka itulah yang akan melekat pada mereka sampai mereka memasuki tahun-tahun selanjutnya.perkenalkan buku seperti perkenalkan mainan
3.    Tunjukan arti penting buku
Tidak perlu mengatakan kepada anak bahwa buku sangat penting . tetapi ajaklah mereka merasakan langsung dalam kegiatan sehari-hari
·         Menggali hobi anak
Contoh nya; anak-anak yang suka makan misalnya ajak anak terjun kedapuruntuk mengikuti proses pembuatan makanan,minta tolong kepada anak untuk membaca proses pembuatan makanan.
·         Kado istimewa
Berikan kado buku pada momen yang istimewa
·         Oleh-oleh bepergian
Belikan buku sebagai oleh-oleh bepergian karena siapapun yang sedang menunggu seseorang pulang ke rumah,pasti akan senang jika di berikan oleh-oleh
·         Ajari anak menabung untuk membeli buku
·         Buku sebagai bekal pejalanan
Karena banyak waktu terbuang di jalanan,jadikan buku atau kegiatan menulis sebagai obat anti mabok
4.    Anak perlu contoh
Orang tua adalah figur pertama dan figur utama seorang anak. Jika pingin anak-anak senang menulis dan membaca pastikan orang tua sudah memulainya
·         Tujukan minat pada buku secara aktif
·         Baca buku di depan anak
·         Mambaca bersama dengan anak

5.    Fasilitasi sesuai kemampuan
Bisa jadi harga buku mahal,tetapi masih banyak cara untuk mendapatkan nya. Kertas bekas pun bisa di gunakan untuk anak menulis
6.    Pancing kreatifitas anak
Bangun self-confidence anak dengan menghargai apapun dan bagaimana pun karya mereka
·         Buat mading unik di rumah
Pajang setiap hasil karya anak. Apapun bentuknya anak akan mendapat kesan bahwa lingkungan menghargai hasil karya mereka
·         Bikin buku sendiri
Di sekitar kita banyak informasi berceceran baik majalah,tabloid dan media lain nya. Bantu anak menggunting dan biarkan mereka memilih untuk membuat kliping
·         Jangan selalu menjawab pertanyaan anak
Sangat bagus kalau anak banyak bertanya ini menunjukan bahwa mereka peduli dengan apa yang terjadi di lingkungan mereka. Kalau pertanyaan mereka orangtua tidak mengetahui jangan malu mengakui kepada mereka karena setiap orang pasti punya kekurangan. Profesor saja belum tentu tau semua hal. Ajak anak mencari jawaban nya dengan membaca buku
·         Pancing terus analisis anak
·         Rangsang keingintahuan nya
·         Beri kebebasan untuk anak berekspresi
7.    Keterbukaan dalam keluarga
·         Buka runag dialog seluas-luasnya bersama anak
·         Keberanian berpendapat: biarkan anak mengkritik orang tua
·         Ajari anak-anak meminta ijin saat memberi komentar
·         Melatih tanggung jawab
·         Melatih kemandirian
8.    Beri apresiasi
·         Dengarkan apapun cerita dan pendapat anak
·         Biarkan anak menulis mengalir apa adanya
·         Jangan pelit pujian
·         Beri penghargaan dalam porsi tepat
9.    Orientasi proses bukan hasil
Tugas orang tua hanyalah memfasilitasi dan memotifasi agar api semangat tetap menyala.orang tua jangan menuntut hasil dari anak tetapi biarkan proses yang menjadi faktor ukuran
10. Sinkronisasi rumah,sekolah dan lingkungan
Ketiga faktor ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pendidikan anak.


GANGGUAN KONSENTRASI BELAJAR PADA ANAK



I.              PENDAHULUAN


    Sekarang ini memang sedang ada kecenderungan anak "masuk" sekolah
sedini mungkin, terutama dikota-kota besar. Bahkan sebelum berusia 2 tahun
pun sudah bisa diterima di suatu sekolah. Hal ini terjadi karena banyak ibu yang
bekerja diluar rumah, sehingga anak tidak mendapat pengasuhan atau stimulasi
yang optimal.
. Umumnya usia yang baik untuk anak memulai sekolah TK pada usia 4-5
tahun. Sambil menanti usia ini ada baiknya anggota keluarga lainnya
bisa mengoptimalkan perkembangan anak dirumah.
       Menjamurnya lembaga-lembaga pendidikan untuk anak-anak usia dini
memunculkan berbagai akibat, baik positif maupun negatif. Menilik pada
pernyataan di atas, memang kurang tepat apabila anak-anak usia dini `dipaksa'
untuk mengikuti proses pendidikan di luar lingkungan keluarganya. Apalagi
dengan banyaknya kekurang pahaman lembaga-lembaga penyelenggara
pendidikan anak usia dini terhadap psikologi perkembangan anak yang
berpengaruh terhadap metode pembelajaran yang diterapkan.
       Kurangnya pemahaman terhadap metode pembelajaran mungkin
disebabkan kebingungan para tenaga pendidik. Dalam mengajar mereka hanya
berorientasi pada faktor pemikiran. Padahal dalam mendidik anak usia dini,
faktor emosi juga menjadi hal yang tak kalah penting.
       Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh faktor itu. Dalam
suasana emosi yang gembira, mereka menjadi mudah menangkap maksud yang
disampaikan. Oleh karena itu pembelajaran yang diterapkan menggunakan
metode belajar sambil bermain.
       Dalam PAUD, anak-anak tidak diwajibkan bisa membaca, menulis, dan
berhitung (calistung). Tapi seringkali dalam seleksi masuk SD, siswa diharuskan
menguasai calistung. Kemampuan anak dalam calistung menjadi kewajiban para
guru SD.
       Menurut staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Dr
Soemiarti Patmonodewo, tidak menjadi masalah jika calistung diajarkan di
lembaga PAUD. Asalkan, penyampaiannya dilakukan dengan cara yang tepat.
"Kesalahan dalam penyampaian justru akan membuat anak stres,'' ujarnya.
Pemberian perintah secara langsung, kata dia, sebaiknya dihindari. Sebab bisa
membuat anak tertekan. "Kondisi itu membuat tujuan dari pembelajaran akan
susah tercapai.''
       Dapat disimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini ialah proses
pendidikan yang diselenggarakan bagi anak-anak balita guna membentuk
mental, akhlak, dan kepribadian, serta perilaku. Alangkah baiknya PAUD dapat
diselenggarakan di lingkungan rumah bersama keluarga, sehingga memperhatikan perkembangan peserta didik secara komprehensif, walau sangat penting juga bagi anak untuk bersosial dengan teman sebayanya.
        Dalam Pendidikan Anak Usia Dini sering di temui juga anak yang mengalami gangguan dalam menerima pelajaran,anak-anak ini dapat di golongkan dalam anak berkebutuhan khusus untuk itu perlunya perhatian dan kerjasama antara orang tua dan guru dalam menanggapi masalah yang di hadapi anak.

II.            RUMUSAN MASALAH

Banyak hal yang dapat mengakibatkan gangguan belajar pada anak dalam pendidikan anak usia dini. Pada makalah ini penulis akan mengangkat masalah " gangguan konsentrasi belajar”
         Beberapa pertanyaan masalah yang akan penulis bahas yaitu:

1.    Teori yang berkaitan dengan gangguan belajar
2.    Apa yang dimaksud dengan gangguan konsentrasi belajar?
3.    Ciri-ciri Gangguan Konsenterasi Belajar
4.    Gejala Kurang Konsentrasi Belajar
5.    Factor Yang Mempengaruhi Kurangnya Konsentrasi
6.    Cara Mengatasi Kurangnya Konsenterasi Belajar pada anak
7.    Penanggulangan kesulitan belajar melalui terapi medis
8.    Contoh kasus  

III. GANGGUAN KONSENTRASI 

A.   Teori yang berkaitan dengan gangguan belajar
         

         Teori tentang kesulitan belajar merupakan sekumpulan bangunan pengertian atau konsep,defenisi,dan dalil,yang saling terkait,yang memungkinkan terbentuknya suatu gambaran yang sistematik tentang fenomena kesulitan belajar dengan menjelaskan hubungan antar berbagai variabel,dengan tujuan menjelaskan,meramalkan,dan mengendalikan fenomena tersebut.
          Berikut iniada beberapa teori yang berkaitan dengan kesulitan belajar menurut Moris L. Bigge (1982:8-9)
·      Teori belajar sebelum abad ke 20
-       Teori disiplin mental: menurut kelompok teori disiplin mental,proses belajar terjadi jika mantal anak di dipsin atau di latih.metode latihan dan resitasi merupakan perwujudan dari teori tersebut. Tokoh-tokoh teori disiplin mental teistik ialah St. Agustine,J.Calvin,C.Wolff,dan J.Edwar; seedangkan tokoh- tokoh teori disiplin mentalhumanistik ialah Plato dan Aristoteles. Adapun tokoh-tokoh kontemporer dari teori disiplin mental ialah M.J. Adler,Harry.S.Broudy, dan R.M,Hutchins.
-       Teori aktualisasi diri: memandang manusia sebagai makhluk yang pada dasar nya baik dan mampu untuk mengarahkan diri. Menurut teori ini manusia menjadi buruk karena pengaruh lingkungan sosial.oleh karena itu Guru hendak memberikan kebebasan kepada anak dalam belajar. Bantuan kepada anak hendak nya di berikan bila anak mengalami kesulitan. Menurut teori ini kegiatan belajar hendak tidak memaksa anak tetapi merupakian pengalaman yang menyenangkan. Tokoh-tokoh dari teori ini ialah J.J. Rouseu,F.froebel,dan Progressivits.adapun tokoh-tokoh kontemporer ialah P.Goodman,J.Holt,dan Abraham H.Maslow.
-       Teori apresiasi sering di sebut juga Herbartianisme karena tokoh dari teori ini adalah J.F.herbart Apresiasi adalah proses menghubungkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada dalam diri anak . ada empat macam hukum asosiasi  .yaitu (1) hukum kedekatan(contiguiti) (2) hukum urutan (succession )(3)hukum kemiripan(similarity) (4)hukum pertentangan (contrast).  berdasarkan hukum kedekatan,anak akan mudah mengingat kembali dua peristiwa yang di sajikan serentak jika salah satu dari peristiwa tersebut di perlihatkan. Hukum urutan menjelaskan bahwa penyajian  materi pelajaran yang  berurutan akan memudahproses belajar.

  • Teori belajar abad ke 20
-       Teori S-R.bond atau koneksionisme berpandangan bahwa proses belajar pada manusia pada hakikat nya mengikuti prinsip yang sama yang terjadi pada hewan . proses belajar tersebut merupakan suatu bentuk perubahan perilaku yang dapat di amati yang  terjadi terjadi melalui hubungan rangsang-jawaban menurut prinsip-prinsip yang mekanistik. Tokoh teori koneksionisme ialah E.L.Torndike
-       Menurut kelompok  teori kognitif,belajar adalah proses pencapaian atau perubahan pemahaman (insight),pandangan,harapan,atau pola pikir. Tokoh-tokoh teori kognitif menurut Bigge ialah M.Wartheimer,K.Koffka,B.H.Bode,R.H.Wheeler,K.Lewin,E.C.Tolman,J.Dewei,G.W.allport,A.Asmes,Jr, danR.May;sedangkan tokoh-tokoh kontemporer nya ialah W.Kohler,E.E.Bayles,E.L.Deci,M.L.Bigge,J.S.Bruner,D.Snygg,M.Deutsch,dan S.Koch. tidak jelas kenapa Bigge tidak masukan J.piaget sebagai tokoh teori kognitif
-       Teori pemrosesan informasi yang merupakan bagian dari kelompok kognitif. Thomas.H.Leahei dan RichardJ.Haris (1985;103) mengemukakan bahwa informasi dapat di proses, di simpan dan di munculkan kembali untuk di gunakan bila di perlukan.

Kamis, 29 Maret 2012

MENGHADAPI MASALAH KETAKUTAN PADA ANAK




    Masalah yang sering di hadapai anak adalah mengekspresikan emosi nya dengan cara yang dapat lebih di terima oleh orang lain.
 emosi adalah luapan perasaan yang memiliki peran khusus dalam perkembangan anak menuju jati diri nya sebagai manusia dewasa yang bhagia dan berhasil. Berkembang nya emosi anak ke arah yang positif sangat tergantung pada cara orang tua menyikapi perasaan anak. Anak-anak dengan kendali emosi yang baik mudah mengatasi berbagai persoalan hidup dan meraih keberhasilan di bandingkan dengan mereka yang tidak dapa mengelola emosi nya. Pendidikan emosi sejak dini akan membantu anak mengenal diri nya sendiri dan perasaan nya, mampu mengungkapkan perasaan kepada orang lain,serta dapat mempelajari orang lain bereaksi terhadap perasaan tersebut.
    Emosi negatif yang sering di hadapi anak adalah rasa takut dan cemas. Hal ini normal oleh karena itu jangan salahkan anak ketika menyatakan ketakutan nya. Disini peran orang tua untuk motifasi anak agar berani menghadapi dan menguasai ketakutan. Banyak orang tua dan lingkungan juga sering menunjukan sikap yang salah dalam menanggapi ketakutan anak seperti :
·        Menjadi bahan tertawaan, ejekan,mendapat julukan/label. ”si penakut”
·        Mendapat cercaan “anak mama,papa nggak boleh cengeng”
·        Dipaksa “ke dokter gigi
·        Terlalu di lindungi “ sudalah dia takut
·        Di remehkan “jangan bodoh
·        Di abaikan “tidak ada yang perlu di takuti”
    Sikap ini tidak dapat menenangkan dan memberi solusi yang baik. Perasaan tak di mengerti dan di abaikan akan membuat anak menutup diri pada orang tua. Hal ini justru akan membuat orang tua tak dapat membri bantuan saat anak membutuhkan nya., karena anak tidak mau bercerita. Kondisi yang demikian akan lebih fatal akibat nya.

Asal muasal ketakutan
1.   Pengalaman langsung “seotang anak yang pernah di sengat lebah akan mengembangkan ketakutan nya terhadap lebah
2.   Cerita yang di dengar
3.   Menjadi saksi / kejadian
4.   Transfer ketakutan dari orang dekat
5.   Pengasuh dan pola asuh keluarga

Cara mengatasi ketakutan pada anak:
1.   Menumbuhkan keyakinan pada anak akan adanya Tuhan
2.   Bantu anak memisahkan kenyataan dengan imajinasi. Ketakutan pada anak  ada yang bersifat imajinatif dan ada juga ketakutan yang bersifat traumatik atau akibat pengalaman buruk di masa lalu. Ketakutan imajinatif lebih muda di hadapi caranya adalah mengembangkan percakapan positif pada anak
3.   Bantulah anak menghadapi masalah nyata dalam skala yang aman. Cobalah tunjukan pada anak bahwa kebanyakan hal yang ia takutkan sebenarnya tidak menyeramkan dan berbahaya
4.   Tekan kan pada anak bahwa mengekspresikan perasaan adalah bukan hal yang salah. Tekankan pada anak bahwa ia boleh menceritakan setiap perasaan tanpa merasa takut.
5.   Doronglah anak untuk menuliskan atau menggambarkan perasaan nya.
6.   Siapkan benda yang dapat membantu anak mengurangi ketakutanya. Bila anak takut di tinggalkan atau jauh dari orang tua bisa meminta anak menyimpan atau membawa apa saja yang dapat membantu mengingatkan mereka pada orang tua contohnya; foto.
7.   Bantu anak melawan ketakuatan dengan memberinya pengetahuan. Berikan informasi dan alasan tentang hal-hal yang tidak perlu di takutkan anak,tetaplah berhati-hati dalam memberikan informasi dan mengutamakan keselamatan anak
8.   Meminta anak menarik nafas dalam-dalam saat takut atau gugup
9.   Bantu anak berpikir positif dan berilah pujian
10. Jadilah contoh. Orang tua perlu menjadi pelatih yang baik bagi anak untuk menghadapi rasa takut nya. Bukan sekedar mengatakan kepadanya apa yang harus ia lakukan.
11. Perhatikan apa yang di lihat dan di baca oleh anak.
12. Untuk kasus yang lebih berat bila perlu meminta bantuan para ahli

Daftar pustaka:
Kak Seto. Membantu Anak balita mengelolah ketakutan. ERLANGGA For Kids. Hal 10-31


DI Salin
TERTIUS & RENA LESTARI


Selasa, 27 Maret 2012

MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK MELALUI METODE EKSPERIMEN


MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK MELALUI
 METODE EKSPERIMEN

   Sebuah metode akan mempengaruhi sampai tidaknya suatu informasi secara lengkap atau tidak. Bahkan sering disebutkan cara atau metode kadang lebih penting dari pada materi itu sendiri. Oleh sebab itulah pemilihan metode pendidikan harus diakkan secara cermat, disesuaikan dengan faktor terkait. Sehingga hasil pendidikan dapat memuaskan. Oleh karena itu untuk membantu anak dalam meningkatkan rasa ingin tau dan mengembangkan perkembangan motorik anak disini penulis akan mengangkat sebuah metode dalam menerapkan hal tersebut  Sehingga dalam proses pembelajaran dapat tercapai. Dalam hal in penulis akan mengangkat  masalah yang akan penulis bahas yaitu:
Apa Metode ekperimen?, Kelebihan Metode dan Kekurangan Metode Eksperime,hal-hal yang terkait dengan metode eksperimen, Perkembangan motorik, kegiatan siswa dalam meningkatkan perkembangan motorik melalui metode eksperimen.
A.   METODE EKSPERIMEN
Metode ekperimen adalah cara penyajian pelajaran di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang di pelajari.
Dalam proses belajar mengajar dengan metode percobaan ini siswa di beri kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri . mengikuti suatu proses, mengamati suatu objek menganalisis membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu objek, keadaan atau pproses sesuatu . denngan demikian siswa di tuntut untuk mengalami nya sendiri mencari kebenaran atau mencoba mencari  sesuatu hokum atau dalil, dan menarik kesimpulan atas proses yang di alami nya itu.
Kelebihan Metode Eksperimen
1.    Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan  percobaan
2.      Dapat membina siswa untuk membuat terrobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaan nya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia
3.    Hasil percobaan-percobaan berharga dapat di pergunakan untuk kemakmuran umat  manusia
Kekurangan Metode Eksperime
1.    Metode ini lebih sesuai dengan bidang sains dan teknologi
2.    Metode ini memerlukan berbagai fasilitas,peralatan, dan bahan yang tidak selalu mudah di peroleh dan mahal.
3.    Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang di harapkan karena mungkin ada faktor-faktor berbeda yang di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian.
4.    Metode ini menuntut ketelitian,keuletan dan ketabahan.[1]
Agar penggunaan metode eksperimen itu ef isien dan efektif perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.      Dalam eksperimen setiap siswa harus melakukan percobaan ,maka setiap materi atau bahan  percobaan harus cukup dengan setiap siswa
2.      Agar eksperrimen idak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan ,atau hasilnya tidak membahayakan maka kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang di gunakan harus baik dan bersih
3.   Kemudian dalam eksperimen siswa perlu teliti konsentrasi dalam mengamati proses percobaan,  maka perlu adanya waktu yang cukup lama : sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran dar teori yang di pelajari nya itu.
4.    Siswa dalam eksperimen sedang berlatih maka perlu di beri petunjuk yang jelas,sebab mereka di samping memperoleh pengetahuan , pengamatan serta keterampilan, juga kematangan jiwa dan sikap perlu di pertimbangkan oleh guru dalam memilih obyek eksperimen itu.
5.    Perlu di mengerti juga  bahwa tidak semua masalah bisa di eksperimenkan, seperti masalah yang mengenai kejiwaan, beberapa segi kehidupan social dan keyakinan manusia. Kemungkinan lain  karena sangat terbatas nya suatu alat, seehingga masalah itu tidak bisa di adakan percobaan karena alatnya belum tersedia.

Melakukan suatu eksperimen perlu memperhatikan prosedur sebagai berikut :
1.    Perlu di jelaskan kepada siswa tentang  tujuan eksperimen, mereka harus memahami masalah yang akan di buktikan melalui eksperimen
2.    Kepada siswa perlu di terangkan pula tentang:
·              Alat serta bahan yang di gunakan dalam percobaan.
·         Agar tidak mengalami kegagalan siswa perlu mengetahui variabel-variabel yang harus di kiontrol dengan ketat
·         Urutan yang akan di tempuh eksperimen berlangsung
·         Seluruh proses atau hal-hal yang penting saja yang akan di catat
·         Perlu menetapkan bentuk catatan atau laporan bentuk uraian,perhitungan gerafik dan sebagai nya
3.    Selama eksperimen berlangsung,guru harus mengawasi pekerjaan siswa.bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalan nya eksperimen
4.    Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitiansiswa,mendiskusikan di kelas,danmengefaluasi dengan tes atau sekedar tanya jawab
Teknik eksperimen kerap kali di gunakan karena memiliki keunggulan ialah:
a.    Dengan ekperimen siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi masalah, sehingga tidak mudah percaya kepada sesuatu yang belum pasti kebenaran nya, dan tidak mudah percaya pula kepada kata orang, sebelum ia membuktikan kebenaran nya.
b.    Mereka lebih aktif berpikir dan berbuat, hal mana itu sangat di kehendaki oleh kegiatan belar mengajar yang moderen., dimana siswa lebih banyak aktif belajar sendiri dengan bimbingan guru.
c.    Siswa dalam melaksanakan proses eksperimen di samping memperoleh ilmu pengetahuan; juga menemukan pengalaman praktis serta keterampilan dalam menggunakan alat-alat percobaan
d.    Dengan eksperimen siswa membuktikan sendiri kebenaran suatu teori. Sehingga akan mengubah sikap mereka yang takhyul,ialah peristiwa-peristiwa yang tidak masuk akal.[2]


B.   PERKEMBANGAN MOTORIK
Motorik adalah segala sesuatu yang ada hubungan nya dengan gerakan-gerakan tubuh. Dalam perkembangan motoris,unsur-unsur yang menentukan ialah otot,saraf,dan otak. Ketiga unsur itu sangat erat kaitan nya dan saling menunjang dalam mencapai motoris yang lebih sempurna
Ciri-ciri perkembengan motoric
1.    Gerakan-gerakannya tidak di sadari,dan tanpa arah. Gerakan ini semata-mata oleh karena adanya dari dalam misalnya: anak menggerakan kaki dan tanngan,memasukan jari kedalam mulut,mengedipkan mata danb gerrakan yang lain,yang tidak di sebabkan oleh rangsangan dari luar
2.    Gerakan gerakan anak itu tidak khas.  Yaitu gerakan yang timbul,yang di sebabkan oleh perangsang tidak sesuai dengan rangsangan nya. Misalnya: bila si anakdi letakan di tangan nya sesuatu benda,maka  benda itu di pegangnya tidak sesuai dengaqnb kegunaan benda tersebut, sehingga bagi seorang dewasa tampak sebagai sesuatu yang bodoh.
3.    Gerakan anak itu di lakukan dengan masal. Artinya hampir seluru tubuhnya  ikut bergerak untuk mereaksi perangsang yang dating dari luar. Misalnya: bila kepadanya di berikan sebuah bola maka  bola itu di terima dengan kedua tangan dan kedua kaki nya sekaligus[3]

C.  CONTOH  KEGIATAN SISWA
                          MEMBUAT KACA PEMBESAR YANG LUCU
Bahan-bahan :
1.    Kawat pembersih pipa /kawat tipis
2.    Kertas minyak
3.    Gulungan selotip
4.    Pensil
5.    Gunting
6.    Lem
Aktifitas yang di kerjakan
1.    Berikan kawat pembersih pipa dan selembar kertas minyak kepada setiap anak
2.    Gunakan bagian dalam gulungan  selotip segbagai cetakan,lalu bantu anak anak untuk menjiplak bentuk lingkaran di atas kertas minyak.
3.    Minta mereka untuk menggunting bentuk lingkaran tersebut. Berikan bantian jika di perlukan.
4.    Tunjukan cara membentuk kawat pembersih pipa menjadi kaca pembesar,lalu tempelkan lingkaran dari kertas minyak di atas nya.
5. Biarkan mengering. Sekarang anak-anak memiliki kaca pembesar mainan
6.    Ajak anak-anak untuk menggunakan kaca pembesar di sekeliling ruanganwalaupun kaca pembesar ini tidak benar-benar membuat objek lebih  besar, anda akan senang melihat anak-anak berpura-pura mengamati mainan dan benda-benda yang sudah di kenal[4]



[1] Drs.Syaful Bahri Djamrah
Drs.Aswan Zain. Rineka Cipta. H
[2]  STRATEGI BELAJAR MENGAJAR. Dra.Roestiyanti N.K. Rineka Cipta2008. H 81

[3] PSIKOLOGI PERKEMBANGAN. Dr.Agus sujanto. Rineka Cipta.H 22-23
[4] AKTIVITAS PINTAR UNTUK PRASEKOLAH. Brain Power. Erlngga For Kids. H 59